![]() | ISBN : - Terbit : ... Maret 2026 Ukuran : 369 Halaman, 21 x 29.5 Berat : .... kg Versi Cetak : Versi Digital :
Deskripsi Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena atas Rahmat dan HidayahNya maka Buku Audit Forensic:
Perspektif Theory Basic And Application In Practice telah dapat
terselesaikan dengan baik. Buku ini membahas mengenaia audit forensic dan
praktiknya, seperti fraud principles; Fraud risk assessment; physchology of the
fraud; Teknik investigasi; the art of the interview dan computer crime. Prinsif
fraud dalam audit forensic merujuk pemahaman dasar mengenai bagaimana dan
mengapa kecurangan dapat terjadi dalam suatu organisasi, yang disebabkan oleh
adanya tekanan, kesempatan dan rasionalisasi yang disebut dengan fraud
triangle. Dalam konteks audit forensic, auditor harus memahami kecurangan
dilakukan secara tersembunyi dan melibatkan upaya manipulasi dokumen atau
penyembunyian informasi. Penilaian risiko fraud merupakan proses
sistematis untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi terjadinya
kecurangan dalam suatu organisasi. Proses ini meliputi area yang rentan
terhadap fraud, analisis factor risiko, serta penentuan kemungkinan dan dampak
dari kecurangan. Hasil penilaian risiko ini digunakan untuk menentukan prosedur
audit yang lebih mendalam pada area yang memiliki tingkat risiko kecurangan
yang tinggi. Psikologi fraud berkaitan dengan pemahaman mengenai motivasi,
perilaku, dan pola pikir individu yang melakukan kecurangan. Pelaku fraud
sering kali mengalami tekanan tertentu, seperti tuntutan finansial, target
kinerja yang tinggi, atau keinginan mempertahankan reputasi. Memahami aspek
psikologi ini penting bagi auditor forensic untuk mengenali pola perilaku mencurigakan
serta menginterpretasikan bukti secara lebih komprehensif. Seni wawancara dalam audit
forensic merupakan keterampilan penting yang digunakan untuk memperoleh
informasi, klasifikasi, maupun pengakuan terkait dugaan kecurangan. Proses
wawancara tidak hanya berfokus pada pertanyaan yang diajukan, tetapi juga pada
kemampuan auditor dalam membangun komunikasi yang efektif, membaca Bahasa
tubuh, serta menciptakan suasana yang membuat responden bersedia memberikan
informasi secara terbuka. Teknik wawancara yang baik juga melibatkan kemampuan
mendengarkan secara aktif, mengamati konsistensi jawaban, dan mengiddentifikasi
indikasi ketidaksesuaian informasi. Tentunya buku ini masih banyak kekurangan,
sehingga saran dan masukan sangat membantu untuk menyempurnakan buku ini. |
