![]() | ISBN : 978-602-449-742-2 Terbit : ... April 2025 Ukuran : xviii, 347 hlm, 15.5 x 23 cm Berat : .... kg Versi Cetak : Versi Digital :
Deskripsi Deep learning dapat dipahami sebagai strategi atau pendekatan yang menjelaskan, mengkaji, atau memahami suatu konsep dan ilmu dengan mendetail dari ontologinya, epistemologinya, dan aksiologinya melalui proses pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful dengan memanfaatkan teknologi, alam, dan masyarakat sebagai sumber belajar sehingga berkompetensi global. Definisi ini dari perspektif filsafat ilmu dan pendidikan sebagai proses mendapatkan kompetensi global dan ilmu secara mendalam. Fakta di sekolah-sekolah ternyata pembelajaran saat ini sebagian besar masih menggunakan desain pembelajaran dengan pendekatan pedagogis yang behaveoristik. Pola pembelajaran masih berorientasi pada penyampaian materi sebagai produk, belum cara-cara mendapatkan ilmu sebagai proses, pelaku belajar belum heutagogis, dan kontrol belajar masih oleh orang lain. Sebagai akibat fatal, pembelajaran belum mendalam dan belum pula mengelola Artificial Intelligence (AI) tetapi justru mereka dikelola AI). Mereka gagal dalam memahami suatu ilmu dari ontologinya, epistemologi-nya, dan aksiologinya, serta kehilangan jati diri sebagai manusia sejati (dehumanisasi). Idealnya tujuan pendidikan itu suatu kepribadian, kematangan, integritas kesempurnaan pribadi, dinamis, dan berkembang dengan nilai-nilainya. Di dalamnya mestinya sarat dengan nilai-nilai yang bersifat fundamental, seperti sosial, ilmiah, moral, dan agama dengan deep learning. Dengan demikian, pendidikan ialah suatu aktivitas untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian manusia yang berjalan sepanjang hayat melalui proses humanisasi dan hominisasi. Konsekuensi logis, deep learning sebagai wahana penumbuhan kreativitas dan pemikiran kritis menuju keinovasian diri pebelajar (learner) dan pembelajar (teacher). Perpustakaan sebagai sarana pengembangan diri bagi orang heutagogis. Ciri unik orang yang heutagogis adalah belajar ditentukan sendiri, berpandangan bahwa belajar bukan sekadar kewajiban melainkan kebutuhan hidup. Belajar diibaratkan cara kerja jantung dan paru-paru. Artinya, jika orang ingin tetap hidup secara usia psikologis maka orang harus selalu belajar dan belajar dengan mendalam dan mendetail dari perspektif filsafat ilmu, Perspektif filsafat pendidikan menunjukkan praktik baik deep learning memberdayakan siswa untuk memiliki kepemilikan pembelajaran mereka, melalui aktivitas berpikir kritis dan reflektif, sehingga siswa akan lebih menyenangi proses belajar (joyful), memiliki kesadaran dan motivasi dalam belajar (mindful), serta memaknai proses belajar (meaningful). |
